Terlantar Di Ujung Maut (Oleh Fajri Raizal K)

download

Gemuluh derai air mata bumi terus mengalir tak berhenti untuk membasmi sang kilau. Rangsangan gerumuk membeber dikulit nan tipis,bagaikan mencengkram san mangsa terakhir. Badan yang mulai lunglai akan kejam bumi,membuat takut untuk menatap keluar alam yang tak pernah di ketahui. Hidup memang tak bisa di tebak,terkadang hancur,hanyut tak terlihat, bahkan berdarah meninggalkan noda yang teramat dalam. Hilangnya sang berlian hati cukup membuat hidupku malayang membawa ke dimensi gelugur tak berkehidupan. Penuh dengan kotoran yang tak ingin ku miliki,dan jauh dari cengkraman sengat panas yang susah di miliki.

 

Resola,itu adalah percikan nama yang indah dari sang pahlawanku. Sang pahlawan tiada pergi ke alam yang tak bisa di rasakan dengan dimensi yang sama. Teriakan hati,cerita jiwa,dan tangisan raga membuat hidupku hancur. Rindu akan belaian sang “Bunda” yang telah hilang dari kasat mata ini.  Harapanku sudah lama hanyut dalam pusaran air yang sangat dalam. Pasrah akan kebimbangan hati memang sangat sulit. Hingga tamparan bertubi-tubipun datang merenggut semua yang tersisa. Tak satupun tersisa dalam gelora api di sekitar hidupku.

Aspal  adalah tempat ku tidur, raukan sampah adalah makan  untuk hidupku,keran adalah sumber air yang memberi kenikmatan. Kerjaku hanya menjadi pengemis jalanan yang tak pernah di hargai oleh siapapun. Untung-untung ada orang yang memberiku sebagian nafkah mereka. Dan untungnya aku masih mencoba nasi yang bersih,walaupun itu sangat jarang. Air mata yang tak berhenti mengalir melihat hidup yang hancur memang tak bisa di pungkuri. Mati adalah jalan yang tepat pikirku saat itu.

Hingga Tuhan mendengar jeritan sang pengembala yang tak berharga, menghantar sang malaikat surga. Lindasan kereta tak terlihat saat itu, hingga dia melaju dan roda-roda itu menghimpit kepala ku. Rasanya tubuh tak bisa beralih melihat kereta itu. Pandanganku gelap,rasa sakit terasa amat dalam,dan mulai terlihat cahaya putih perlahan menghampiri ku. Dan saat itu juga aku sadar bahwa aku sudah di  jemput kea lam yang berbeda. Aku dapat melihat begitu ramai orang yang mengelilingi mayat ku,tapi tak ada satupun yang berniat untuk membantu sang pengemis tak berharga itu. Organ-organ yang keluar tak beraturan terlihat disana. Hidup tak akan pernah berarti jika kamu tak di hargai,hidup tak akan berguna jika kamu selalu menjadi yang terbawah,dan hidup akan terasa hampa jika tak di nikmati.

Terhantui rasa takut berkelora

Iklan

Posted on September 29, 2013, in Cerpen Bahasa Indonesia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • %d blogger menyukai ini: