ga

Seorang Ibu adalah pelita bagi anaknya,mereka yang melahirkan dan mereka yang membesarkan. Dan itu artinya Ibu adalah seseorang yang harus di jaga dan di hormati”

Tak tau harus berkata apa, hidupku terpikuli dengan beban yang berat, ibu ku sekarang sudah tua. Dia tak bisa melakukan apa-apa lagi. Jangankan bekerja, untuk membuang air kecilpun dia sangat menyusahkan. Huft,aku muak dengan hidup yang seperti ini,aku  ingin bebas dari semua ini. Sesekali aku hanya membiarkan ibuku mengurus dirinya sendiri,karena aku sibuk bekerja untuk mencari makan ku dan makannya. Aku adalah seorang kuli di pasar Tanah Abang, aku bekerja mulai dari pukul 4 pagi hingga para pemborong habis sekitar pukul 07 malam. Hidup memang susah kalo di pikirin, belum lagi dengan penghasilanku yang sangat di bawah rata-rata ini. Aku lulah dengan ibu yang seperti itu,aku yang harus membayar kontrakan rumah,dan aku yang mengurusi semua hal ini. Aku mempunyai seorang kakak yang benar-benar tak tahu di untung. Setelah ibu mengenyekolahkan nya hingga S1,dia hanya pergi jauh meninggalkan kami. Oleh karena itulah ibu sakit parah sampe saat ini.

Hari itu aku pergi dari rumah tepat pukul 04.15 pagi untuk pergi ke Tanah Abang,melihat banyak pelanggan yang sudah mulai ramai aku sangat gembira melihatnya. Berharap aku mendapatkkan uang yang banyak hari ini. Tapi nasib berkata berbeda, tak ada satu pun langganan yang memanggilku untuk menjadi kuli mereka. Hingga akhirnya pukul sudah menunjukkan 12.00 siang,panas nya bumi membuat kulit ku semakin hitam keling. Dan datanglah seorang ibu-ibu yang berjilbab memanggilku untuk menjadi kulinya,aku sangat bahagia pada saat itu. Lalu aku mengikutinya sambil membawa banyak barang,aku lihat dia membawa uang yang sangat banyak pada saat itu. Tak terbesit piiran kotor pada saat itu, berkeliling membawa barang sekitar 20 kg bukanlah mudah. Aku sangat sedih melihat nasibku,hingga saat itu ibu itu marah kepada ku karena aku tak sengaja meninggalkan salah satu belanjaan nya . Dia sangat marah,tetapi aku masih terus bersabar menghhadapinya. Hingga hatiku tak tahan lagi mendengar celotehan yang sangat menyakitkan itu. Aku menamparnya dengan buas dan mengambil uang yang berada pada tasnya pada saat itu. Setelah itu aku lari sekencang mungkin dari ibu itu,dia terus menjerit sekuat-kuatnya. Hingga kulihat banyak orang yang mengejarku,mereka semakin  mendekat dan terus mendekat. Hingga aku terjatuh,lalu serentak meraka memukiliku tanpa belas kasihan.
Aku sudah berada dalam jeruji sel ini,penyesalan yang teramat dalam terasa kini. Aku hanya bisa menangis dan berdoa untuk kali ini,hingga sidang terakhir yang menyatakan aku dipenjara selama 5 tahun. Hatiku remuk,hancur,dan aku merasa seperti orang yang tak punya pikiran lagi. Dan sekita itu juga aku mendengar ibu meninggal terpeleset saat di kamar mandi. Semuanya memang benar-benar hilang saat ini,aku h terpaku diam mendengar semua ini. Rasanya ingin sekali aku mati dan jauh terbang ke alam yang berbeda untuk mraih ke dalam mimpi yang tak pernah ku bayangkan. Selamat Tinggal Hidup………

Iklan

Posted on September 29, 2013, in Cerpen Bahasa Indonesia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • %d blogger menyukai ini: